DEKLARASI APEDI

PERS RELEASE DEKLARASI APEDI KAMIS, 30 JANUARI 2020 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sampai hari ini Indonesia memiliki 83.931 wilayah administrasi setingkat desa (BPS, 2018), yang mana semua desa-desa tersebut menyimpan beragam potensi yang sangat besar dan luar biasa. Namun di sisi lain apabila diamati, tingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun 2019 mencapai angka 6,69% di daerah perkotaan dan di perdesaan sebesar 12,85% (15,15 juta orang pada Maret 2019). Artinya tingkat kemiskinan terbesar itu berada di wilayah perdesaan. Mengapa masalah kemiskinan di perdesaan ini masih terus berada di posisi terbesar dan masih terus terjadi? Bagaimana peran para pelaku usaha sebagai bagian dari pilar pelaku ekonomi apabila kita sungguh-sungguh mengemban amanah Pancasila dan UUD 1945 terutama amanah untuk mewujudkan sila ke 5 dari Pancalisa yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kenyataan tersebut menggelitik perhatian diperlukannya kehadiran suatu organisasi pelaku-pelaku usaha di seluruh Indonesia yang selama ini belum pernah ada, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten sampai ke tingkat desa, beranggotakan pengusaha perorangan, pengurus bumdes, dan aktivis desa, yang dinamakan dengan Asosiasi Pengusaha Desa Pengusaha Indonesia (APEDI), yang didirikan pada tanggal 12 desember 2019, sebagai bentuk dari kepedulian para pelaku usaha di seluruh Indonesia untuk mempercepat proses pembangunan desa sejahtera dan mandiri. Sebagai organisasi yang independen non-politik, APEDI terpanggil meningkatkan kontribusinya di dalam membangun ekonomi masyarakat di perdesaan, yang umumnya identik dengan kemiskinan sebagaimana disebut di atas. APEDI memiliki cita-cita luhur yang dituangkan ke dalam visi, misi dan program aksi nyata bersama-sama masyarakat desa dan seluruh instansi lembaga pemerintah dan non pemerintah, mengabdi pada bangsa dan negara, melalui suatu aksi nyata yang jelas, terukur, terkoordinir secara profesional, di dalam suatu sistem networking yang menyeluruh, terintegrasi secara horizontal dan vertikal, mulai dari pusat sampai ke tingkat desa. Visi APEDI adalah mensejahterakan masyarakat desa dan mengentaskan kemiskinan, dan Misi APEDI diimplementasikan dalam bentuk dukungan (supporting) diantaranya menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi desa dalam bentuk kegiatan: (1) asistensi, (2) pelatihan & pendampingan, (3) kerjasama usaha/kemitraan dan investasi dengan menganut prinsip-prinsip berusaha yang saling menguntungkan, saling melengkapi (komplementer), setara, dan adil proporsional, (4) penelitian dan pengembangan potensi
ASOSIASI PENGUSAHA DESA INDONESIA SEKRETARIAT Jalan Rawajati Barat II No. 17 RT 4 RW 10, Kalibata, Pancoran, Jaksel
2
ekonomi desa, (5) monev dan supervisi lembaga-lembaga penggerak ekonomi di perdesaan dalam suatu sistem tata kelola yang terkoneksi dengan teknologi informatika (IT) sebagaimana tuntutan perkembangan kebutuhan pemanfaatan industri 4.0 di wilayah perdesaan, sehingga secara kolektif partisipatif pelaku usaha mulai dari pusat sampai ke desa-desa, diharapkan dapat mewujudkan desa-desa yang : (1) mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing di pasar domestik dan pasar internasional, (2) desa yang memiliki lembaga sosial-ekonomi-budaya yang aktif (DESA sebagai SUBYEK pembangunan Indonesia), (3) desa yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dan keswadayaan masyarakat yang tinggi di dalam berproduksi dan melibatkan peran serta masyarakatnya secara aktif di dalam setiap mata rantai produksi produk desa, (4) desa yang mampu menghasilkan PAD desa, sehingga cita-cita Pemerintah untuk membangun Indonesia dari wilayah pinggiran, betul-betul menjadi fakta, dan hasil-hasil pembangunan tersebut betul-betul dinikmati oleh masyarakat di perdesaan secara merata. Peran APEDI pada prinsipnya mengupayakan agar program-program pembangunan di wilayah perdesaan tidak hanya dilihat dari aspek keterbatasan finansial rakyat miskin saja, namun seyogyanya dipandang diarahkan ke program-program yang menggerakkan roda perekonomian desa, diantaranya meningkatkan kerjasama dengan masyarakat desa dan seluruh stakeholders terkait di pusat dan daerah, dalam mengatasi masalah masalah keterbatasan kemampuan SDM masyarakat pelaku usaha di desa dalam mengelola berbagai potensi sosial ekonomi desa, mengakses faktor-faktor produksi, modal usaha, teknologi produksi, distribusi, dan pemasaran. APEDI berperan sebagai mitra pemerintah pusat dan daerah, dan mitra lembaga ekonomi desa (diantaranya : Koperasi, BUMDES) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, pengetahuan, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran dalam pengelolaan pemanfaatan sumberdaya perdesaan, melalui perannya selain sebagai kontributor pengembangan investasi di perdesaan. APEDI juga berperan sebagai mediator dan katalisator dalam memberi masukan kebijakan, masukan program afirmatif, dan menjadi bagian dari pelaksana publik private partnership sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa). Beberapa Program Unggulan yang akan dilaksanakan oleh APEDI diantaranya: (1) Program JaDOel (Jaringan desa online) dimana utamanya adalah meningkatkan pendapatan desa melalui layanan desa online; (2) Program AWSEM (antar-warung sembako murah) yaitu program warung sembako murah bagi masyarakat desa khususnya yang berada di wilayah desa-desa yang memiliki ketimpangan harga sembako yang cukup tinggi, dan penyediaan angkutan murah bagi desa, diantaranta melakukan kerjasama dengan PT ESEMKA (mobil ESEMKA) buatan dalam negeri, membangun jaringan warung grosir dan ekspedisi di setiap desa mitra APEDI; (3) Program DEMEN (desa mandiri energi) yaitu memanfaatkan sumberdaya alam perdesaan untuk kebutuhan energi listrik di wilayah perdesaan yang belum tersentuh aliran listrik PLN, misalnya berupa program-program wireless electricity , listrik tanpa transmisi menggunakan energi matahari (solar energy) dan angin, dll, dimana nantinya layanan kebutuhan listrik masyarakat desa dikelola secara bersama sama antara APEDI dengan lembaga ekonomi desa, sehingga menjadi sumber pemasukan profit bagi desa; (4) Program DIVIDEN (Desa Investasi dan eksport nasional) yaitu program yang mengupayakan pengembangan potensi produk-produk unggulan desa yang ditujukan untuk menangkap peluang permintaan pasar internasional (ekspor), melalui penguatan economic of scale produk unggulan kawasan perdesaan, meningkatkan standarisasi produk, sertifikasi produk, penguatan tata kelola rantai suplai komoditi dari hulu sampai hilir, meningkatkan investasi pihak ketiga untuk membangun dan memperkuat sistem agribisnis produk unggulan desa sesuai potensi desa masing-masing baik berupa produk unggulan tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, kehutanan,
3
perikanan, kelautan, kerajinan rakyat, pariwisata, industri pasca panen (agroindustri), jasa perdagangan, dan sebagainya, yang berwawasan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada deklarasi APEDI tanggal 30 januari ini, hadir perwakilan dari 24 DPD (dewan perwakilan daerah) dan 121 DPC (dewan perwakilan cabang kota/kabupaten) dari seluruh Indonesia, dan hadir beberapa Gubernur atau yang mewakili, Bupati, Direktur Bank, termasuk pemerintah desa, BUMDES, dan beberapa perusahaan nasional dan internasional calon mitra usaha APEDI dalam upaya turut serta membangun desa. Agar dapat segera melakukan aksi nyata bagi pembangunan ekonomi desa, pada hari deklarasi ini, APEDI melakukan MOU dengan: (1) Kementerian Desa, dalam kaitannya dengan upaya mendorong penguatan kemampuan kapasitas lembaga pengelola potensi ekonomi desa (diantaranya yang menjadi fokus dan prioritas adalah lembaga BUMDES/BUMDESMA); (2) melakukan MOU dengan Badan Standarisasi Nasional guna menerapkan standarisasi produk dan manajemen anti korupsi yang akan diterapkan di setiap BUMDES dan desa; (3) dari pihak swasta, APEDI melakukan kerjasama dengan TB Buruh Indonesia (TVBI) untuk mengakomodir berbagai promosi kegiatan pembangunan perdesaan, mengangkat potensi desa – desa di Indonesia, mengangkat daya tarik investor untuk bekerjasama dalam transfer iptek di desa, mengembangkan ekspor komoditi masyarakat desa, mengembangkan pembiayaan pembangunan desa melalui skema non-APBD / APBN, sehingga terwujud kemandirian desa dalam membangun desa. Semua itu menjadi misi APEDI sebagai asosiasi yang akan “merajut desa, membangun Indonesia”. Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan kepada rekan-rekan media tentang APEDI dan peranannya di dalam membantu pemerintah untuk ewujudkan visi “mensejahterakan desa dan mengentaskan kemiskinan masyarakat desa”. Semoga keberadaan APEDI ke depan banyak memberikan manfaat yang signifikan bagi pembangunan desa secara nyata dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Semoga sukses bagi kita semua, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.